MOTIVASI DAN PROSES KOGNITIF
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan
perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi,
terarah, dan bertahan lama. Mengapa Terry Fox menyelesaikan larinya? Ketika
Terry masuk rumah sakit karna kanker, dia berkata kepada dirinya sendiri bahwa
jika dia bisa bertahan hidup maka dia akan melakukan sesuatu untuk membantu
mendanai riset kanker.Jadi , motivasi dari tindakannya berlariitu adalah untuk
memberi tujuan bagi hidupnya dengan membantu orang lain yang mengidap kanker.
Tindakan
Terry Fox dilakukan dengan semangat,
punya arah (tujuan) dan gigih (bertahan lama). Selama berlari melintasi Kanada
dia menjumpai banyak ringtangan ; angin kencang, hujan lebat, salju, dan jalan
es. Karena kondisi ini, dia rata-rata hanya menempuh 8 mil selama bulan
pertama, jauh dari yang direncanakannya. Tetapi dia terus bertahan dan
mempercepat langkahnya pada bulan kedua sampai dia kembali ke jalur tujuannya.
Tindakannya merupakan contoh dari bagaimana motivasi dapat membantu kita
bertahan dan mencapai sesuatu.
Kisah
Terry Fox digambarkan dalam film The Power of Purpose. Seorang guru grade
enam memperlihatkan film itu kepada anak didiknya dan meminta muridnya untuk
menulis apa yang mereka pelajari dari film tersebut. Seorang murid menulis ,
“Saya mempelajari bahwa jika sesuatu buruk terjadi pada Anda, Anda harus terus
maju, terus mencoba. Bahkan jika tubuh anda sakit, semangat Anda tidak boleh
lenyap.” Mari kita contoh lain dari motivasi.
Lance Amstrong adalah pembalap sepeda yang hebat tetapi kemudian dia didiagnosis mengidap kamker pada 1996. Peluang kesembuhannya diperkirakan kurang dari 50 persen saat pembalap sepeda itu mengikuti kemoterapi dan emosinya memburuk. Akan tetapi, Lance pulih dari penyakit itu dan bertekad memenangkan lomba Tour de France sejauh kurang lebih 2.000 mil, sebuah lomba balap sepeda paling bergengsi di dunia. Hari demi hari Lance berlatih keras, terus bertekad memenangkan lomba itu. Lance kemudian berhasil memenangkan lomba balap Tour de Franc bukan hanya serkali, tetapi empat kali – pada 1999, 2000, 2001, 2002.
Lance Amstrong adalah pembalap sepeda yang hebat tetapi kemudian dia didiagnosis mengidap kamker pada 1996. Peluang kesembuhannya diperkirakan kurang dari 50 persen saat pembalap sepeda itu mengikuti kemoterapi dan emosinya memburuk. Akan tetapi, Lance pulih dari penyakit itu dan bertekad memenangkan lomba Tour de France sejauh kurang lebih 2.000 mil, sebuah lomba balap sepeda paling bergengsi di dunia. Hari demi hari Lance berlatih keras, terus bertekad memenangkan lomba itu. Lance kemudian berhasil memenangkan lomba balap Tour de Franc bukan hanya serkali, tetapi empat kali – pada 1999, 2000, 2001, 2002.
Seperti contoh Terry Fox dan Lance
Amstrong, motivasi murid di kelas berkaitan dengan alasan di balik perilaku
murid dan sejauh mana perilaku mereka diberi semangat, punya arah dan
dipertahankan dalam jangka lama. Jika murid tidak menyelesaikan tugas karna
bosan, maka dia kekurangan motivasi. Jika murid menghadapi tantangan dalam
penelitian dan penulisan makalah, tetapi dia terus berjuang dan mengatasi
rintangan , maka dia punya motivasi besar.
Perspektif
Tentang Motivasi
A. Perspektif Behavioral
ü Adalah perspektif yang menekankan imbalan dan hukuman
eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid.
ü motivasi murid sebagai konsekuensi dari insentif eksternal.
ü Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negatif yang
dapat memotivasi perilaku murid.
ü Insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada
pelajaran dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang tepat dan dapat
menjauhkan dari perilaku tidak tepat.
ü Bentuk insentif : nilai yang baik, tandsa bintang, pujian,
dan penghargaan.
B. Perspektif humanistic
ü Menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan
kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib sendiri .
ü Berkaitan dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan
dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih
tinggi.
ü Hierarki kebutuhan, konsep Maslow bahwa kebutuhan
individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut :-. Fisiologis : lapar, haus, tidur. -. Keamanan (safety) : bertahan hidup,
seperti perlindungan dari pe rang dan kejahatan. -. Cinta dan rasa memiliki : keamanan (security), kasih saying, dan perhatian dari orang lain.-. Harga diri : menghargai diri sendiri.-. Aktualisasi diri : realisasi potensi
diri.
ü Akulturasi diri menurut Maslow adalah kebjutuhan tertinggi
dan sulit dalam hierarki Maslow; ini
adalah motivasi untuk mengembangkan potensi diri secara penuh sebagai manusia.
C. Perspektif kognitif
ü Menekankan pemikiran murid akan memandu motivasi mereka,
dan juga arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring
kemajuan menuju suatu tujuan.
ü Perspektif kognitif bertentangan dengan behavioral,
berpendapat bahwa tekanan eksternal seharusnya tidak dilebih-lebihkan.
ü Murid meraih prestasi tinggi bukan karena kebutuhan
biologis tapi karena punya motivasi internal untuk berinteraksi dengan
lingkungan secara efektif.
ü Motivasi kompetensi adalah ide bahwa orang termotivasi
untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif , menguasai dunia mereka, dan
memproses informasi secara efisien.
D. Perspektif social
ü Kebutuhan afiliasi adalah motivasi untuk berhubungan dengan
orang lain secara aman, membutuhkan pembentukan, pemeliharaan dan pemulihan
hubungan personal yang hangat dan akrab.
ü Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka
untuk menghabiskan waktu bersama teman, keterikatan dengan orang tua, dan
keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.
ü Murid yang punya hubungan yang penuh perhatian dan
supportif biasanya memiliki sikap akademik yang positif dan lebih senang
bersekolah.
ü Salah satu factor terpenting dalam motivasi dan prestasi
murid adalah persepsi mereka mengenai apakah hubungan mereka dengan guru
bersifat positif atau tidak.
Motivasi
Untuk Meraih Sesuatu
Motivasi
ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk
mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi intrinsic adalah motivasi
internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri).


0 komentar:
Posting Komentar