Selasa, 04 April 2017

RESUME 1 : BELAJAR (Nora 16-217)

RESUME    : BELAJAR

Apa Itu Pembelajaran ?
Pembelajaran ( Learning ) adalah pengaruh yang relatif permanen atas perilaku , pengetahuan, dan keterampilan berpikir yang diperoleh melalui pengalaman sedangkan belajar itu sendiri dapat didefinisikan sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.

Pendekatan Untuk Pembelajaran

Pendekatan Behavioral, behaviorisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental. Menurut kaum behavioris, perilaku adalah segala sesuatu yang kita lakukan dan bisa kita lihat secara langsung (contohnya : anak membuat poster, guru tersenyum pada anak, murid menggangu murid lain,dan sebagainya. Proses mental didefinisikan oleh psikolog sebagai pikiran, perasaan, dan motif yang kita alami namun tidak bisa dilihatoleh orang lain.
Menurut behavioris,pemikiran ,perasaan,dan motif ini bukan subjek yang tepatuntuk ilmu perilaku sebab semuanya itu tidak bisa diobservasi secara langsung.Pengondisian klasik dan operan, yang merupakan dua pandangan behavioral yang akan segera kita diskusikan, menurut pandangan ini. Kedua pandangan ini menekan 
Pembelajaran asosiatif (associative learning), Misalnya, pembelajaran asosiatif terjadi ketika murid mengasosiasikan atau mengaitkan kejadian yang menyenangkan dengan pembelajaran sesuatu di sekolah, seperti guru tersenyumsaat murid mengajukan pertanyaan yang bagus.
Pendekatan kognitif, ada empat pendekatan kognitif utama untuk pembelajaran :
*      Pendekatan Kognitif Social, yang menekankan bagaimana factor perilaku, lingkungan, dan orang (kognitif) saling berinteraksi memengaruhi proses pembelajaran, akan dibahas di bab ini.
* Pendekatan pemrosesan informasi, menitikberatkan pada bagaimana anak memproses informasi melalui perhatian, ingatan, pemikiran, dan proses kognitif lainnya.
* Pendekatan konstruktivis kognitif, menekankan konstruksi kognitif terhadap pengetahuan dan pemahaman (Teori Piaget).
*      Pendekatan konstruktivis social, focus pada kolaborasi dengan orang lain untuk menghasilkan pengetahuan dan pemahaman (Teori Vygotsky).

Pendekatan Behavioral Untuk Pembelajaran

Pengkondisian klasik, adalah tipe pembelajaran asosiatif di mana stimulus netral menjadi diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan menimbulkan kemampuan untuk mengeluarkan respons yang serupa. Untuk memahami teori pengkondisian klasik Pavlov (1927) kita harus memahami dua tipe stimuli dan dua tipe respons : Unconditioned stimulus (US), Unconditioned response (UR), Conditioned stimulus (CS), dan Conditioned response (CR). Dalam eksperimen Pavlov :
Ø  Makanan adalah Unconditioned stimulus (US)
Ø  Air liur anjing yang merespons makanan adalah Unconditioned Respons (UR), UR adalah respons yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh US.
Ø  Conditioned stimulus (CS) adalah stimulus yang sebelumnya netral yang pada akhirnya akan menghasilkan Conditioned Response setelah diasosiasikan dengan Unconditioned Stimulus (US).Di antara stimuli yang terkomdisikan dalam eksperimen Pavlov adalah beberapa penglihatan dan suara yang terjadi sebelum anjing menyantap makanan, seperti suara pintu tertutup sebelum makanan ditempatkan di piring anjing.
Ø  Conditioned response(CR) adalah respons yang dipelajari, yakni respons terhadap stimulus yang terkondisikan yang muncul setelah terjadi pasangan US-CS.


Generalisasi, Diskriminasi, dan Pelenyapan, Generalisasi dalam pengkondisian klasik adalah tendensi dari stimulus baru yang sama dengan conditioned stimulus yang asli untuk menghasilkan respons yang sama, Misalkan murid dimarahi karna ujian biologinya yang buruk. Saat murid itu bersiap untuk ujian kimia, dia juga menjadi gugup karna dua mata pelajaran itu saling berkaitan, Jadi , murid itu menggeneralisasikan satu ujian mata pelajaran lainnya.
Diskriminasi, dalam pengkondisian klasik terjadi ketika organisme merespons stimuli tertentu tetapi tidak merespons stimuli lainnya. Untuk menghasilkan diskriminasi, Pavlov memberi makan anjing setelah bel berbunyi dan tidak memberi makan setelah membunyikan suara lainnya. Akibatnya, anjing itu hanya merespons suara bel. Dalam kasus murid yang mengikuti ujian di kelas, dia begitu gugup saat menempuh ujian pelajaran bahasa Inggris atau sejarah karena dua mata pelajaran itu jauh berbeda dengan mata pelajaran kimia dan biologi.
Pelenyapan (Extiction), dalam pengkondisian klasik adalah pelemahan conditioned response (CR) karena tidak adanya Unconditioned stimulus (US). Dalam satu sesi. Pavlov membunyikan bel berulang kali tetapi tidak memberikan makanan kepada anjing.Akhirnyaq anjing itu tidak lagi berliur.Demikian pula, murid yang gugup mengikuti ujian akan mulai menempuh tes dengan lebih baik, dan kecemasannya mereda.
Desentisitasi sistematis, metode yang didasarkan pada pengkondisian klasik ynag dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan dengan cara membuat individu mengasosiasikan relaksasi dengan visualisasi situasi yang menimbulkan kecemasan.
Pengkondisian Operan, juga dinamakan “Pengkondisian Instrumental” adalah sebentuk pembelajaran di mana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi.


Hukum efek Thorndike,adalah prinsip bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan bahwa perilaku yang diikuti hasil negative akan diperlemah. Pengkondisian Operan Skinner,dimana konsekuensi perilaku akan menyebabkan perubahan dalam probabilitas  perilaku itu akan terjadi. Penguat dan hukuman . Penguat (imbalan)(reinforcement)adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya, hukuman (punishment)adalah konsekuensi ynag menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.
Penguat positif ,adalah penguat berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respons meningkat karna diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Sedangkan penguat negatif, adalah penguat berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respons menigkat karna diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan).

Penguatan positif
Perilaku
Muridmengajukan pertanyaan yang bagus
Konsekuensi
Guru memuji murid
Prilaku kedepan
Murid mengajukan lebih banyak pertanyaan
Penguatan negatif
Perilaku
Murid menyerahkan PR tepat waktu
Konsekuensi
Guru berhenti menegur murid
Prilaku kedepan
Murid makin sering menyerahkan PR tepat waktu
Hukuman
Perilaku
Murid menyela guru
Konsekuensi
Guru menegur murid langsung
Prilaku kedepan
Murid berhenti menyela guru
Ingat bahwa penguatan bisa berbentuk postif dan negatif. Dalam kedua bentuk itu, konsekuensi meningkatkan prilaku. Dalam hukuman, perilakunya berkurang.
1.Fixed Ratio (Jadwal rasio tetap)
merupakan penguatan positif yang diberikan untuk memperkuat prilaku setelah sejumlah  respon.
Sebagai contoh,hal ini sering digunakan dalam dunia bisnis , dimana dalam perusahaan, setiap karyawan akan diberikan penguatan positif berupa bonus apabila karyawan tersebut melakukan empat kali kinerja yang sangat baik, tetapi bukan sesudah setiap kali melakukan kinerja baik. Contoh lain dalam video game misalnya mencapai tingkat baru dalam RPG. Beberapa RPG dengan jelas menunjukkan berapa banyak pengalaman yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat berikutnya. Sebuah tingkat kepastian yang tinggi untuk tingkat pekerjaan yang akan diperlukan untuk mencapai tingkat berikutnya menempatkan pemain pada jadwal rasio tetap.

2.Variable Ratio (Jadwal rasio bervariasi) 
merupakan penguatan positif yang diberikan setelah respon  muncul beberapa kali, tetapi dalam basis yang tidak tetap dan tidak dapat diprediksi.
Misalnya, seorang guru memuji respon murid-muridnya, pujian guru rata-rata diberikan setelah respon ke lima, tetapi selanjutnya bisa berubah yaitu pada respon ke dua, pada respon ke delapan, pada repon ke tujuh, pada respon yang ke tiga, dan pada respon yang lainnya yang tidak dapat ditentukan. Contoh lain dalam bidang penjualan bonus seperti Call Center yang sering menawarkan bonus acak untuk karyawan. Pekerja tidak pernah tau berapa banyak panggilan mereka butuhkan untuk membuat dalam rangka untuk menerima bonus, tetapi mereka tau bahwa mereka meningkatkan kesempatan mereka lebih panggilan atau penjualan yang mereka buat.

3.Fixed Interval (Jadwal interval tetap)
 dimana objek menyadari waktu kapan ia akan menerima penguat positif sehingga selama jangka waktu dia tidak menerima penguat positif, respon objek akan berkurang  kemudian  akan meningkat  lagi ketika mendekati waktu mendapat penguat positif. Jadwal ini menyebabkan jumlah tinggi menanggapi dekat akhir interval, tetapi jauh lebih lambat merespon segera setelah pengiriman penguat tersebut.
Sebagai contoh, seorang pelajar yang mendapatkan bingkisan hadiah dan piagam penghargaan dari wali kelasnya karena memperoleh ranking satu di semester pertama akan bersemangat belajar saat awal memulai pelajaran baru dalam semester kedua, tetapi semangat tersebut akan berangsur-angsur turun selama pertengahan  semester dan akan kembali meningkat saat mendekati ujian semester kedua (dikarenakan dia tahu bahwa dia akan mendapat penguat positif berupa hadiah dan piagam kembali jika memperoleh nilai bagus). Contoh lain yaitu dalam pengaturan Lab : Bayangkan bahwa anda sedang melatih tikus untuk menekan tuas, tapi anda hanya memperkuat respon pertama setelah interval 10 menit. Si tikus tidak menekan bar banyak selama 5 menit pertama setelah penguatan, tapi mulai menekan tuas lebih banyak dan lebih sering anda semakin dekat dengan tanda 10 menit. Hal ini akan berbeda jika jadwal pemberian tugas itu bersifat tetap, misalnya hanya pada setiap hari Jumat, maka para murid tersebut hanya akan bersiap ketika mendekati hari jumat dan pada hari lainnya mereka tidak akan bekerja keras sehingga akan timbul pola bersiap-berhenti

4.Variable Interval (Jadwal interval bervariasi)
 dimana suatu respon diperkuat setelah sejumlah variasi waktu berlalu. Jadwal penguatan dimana respo yang dihargai setelah jumlah tak terduga dari waktu telah berlalu. Jadwal ini menghasilkan lambat, tingkat stabil respon.
Sebagai contoh, seorang guru memuji keaktifan para muridnya pada menit ke tiga, kemudian memuji setelah menit ke lima, setelah delapan menit berlalu, setelah lima belas menit berlalu, dan seterusnya. Guru tersebut juga akan memberi tugas pada interval yang berbeda-beda. Pada dasarnya, jadwal interval bervariasi akan menjadi penguat yang lebih baik dibandingkan  jadwal interval tetap. Sebagai contoh, jika seorang guru memberikan tugas dalam waktu yang tidak dapat ditentukan, murid-murid akan lebih bersiap dan lebih bekerja keras setiap waktu. Contoh lain ketika memerikasa email anda: biasanya, anda memertiksa email anda pada waktu yang acak sepanjang hari bukannya memeriksa setiap kali satu pesan yang disampaikan.


0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini