RESUME : BELAJAR
Apa Itu Pembelajaran
?
Pembelajaran ( Learning
) adalah pengaruh yang relatif permanen atas perilaku , pengetahuan, dan
keterampilan berpikir yang diperoleh melalui pengalaman sedangkan belajar itu
sendiri dapat didefinisikan sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.
Pendekatan
Untuk Pembelajaran
Pendekatan
Behavioral, behaviorisme
adalah pandangan yang menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui
pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental. Menurut kaum behavioris,
perilaku adalah segala sesuatu yang kita lakukan dan bisa kita lihat secara
langsung (contohnya : anak membuat poster, guru tersenyum pada anak, murid
menggangu murid lain,dan sebagainya. Proses mental didefinisikan oleh
psikolog sebagai pikiran, perasaan, dan motif yang kita alami namun tidak bisa
dilihatoleh orang lain.
Menurut
behavioris,pemikiran
,perasaan,dan motif ini bukan subjek yang tepatuntuk ilmu perilaku sebab
semuanya itu tidak bisa diobservasi secara langsung.Pengondisian klasik dan
operan, yang merupakan dua pandangan behavioral yang akan segera kita
diskusikan, menurut pandangan ini. Kedua pandangan ini menekan
Pembelajaran asosiatif (associative learning), Misalnya,
pembelajaran asosiatif terjadi ketika murid mengasosiasikan atau mengaitkan
kejadian yang menyenangkan dengan pembelajaran sesuatu di sekolah, seperti guru
tersenyumsaat murid mengajukan pertanyaan yang bagus.
Pendekatan
kognitif, ada empat pendekatan
kognitif utama untuk pembelajaran :
Pendekatan
Behavioral Untuk Pembelajaran
Pengkondisian klasik, adalah tipe pembelajaran asosiatif di
mana stimulus netral menjadi diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan
menimbulkan kemampuan untuk mengeluarkan respons yang serupa. Untuk memahami
teori pengkondisian klasik Pavlov (1927) kita harus memahami dua tipe stimuli
dan dua tipe respons : Unconditioned
stimulus (US), Unconditioned response (UR), Conditioned stimulus (CS), dan
Conditioned response (CR). Dalam eksperimen Pavlov :
Ø Makanan adalah Unconditioned stimulus (US)
Ø Air liur anjing yang merespons makanan
adalah Unconditioned Respons (UR), UR
adalah respons yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh US.
Ø Conditioned stimulus (CS) adalah
stimulus yang sebelumnya netral yang pada akhirnya akan menghasilkan
Conditioned Response setelah diasosiasikan dengan Unconditioned Stimulus
(US).Di antara stimuli yang terkomdisikan dalam eksperimen Pavlov adalah beberapa
penglihatan dan suara yang terjadi sebelum anjing menyantap makanan, seperti
suara pintu tertutup sebelum makanan ditempatkan di piring anjing.
Ø Conditioned
response(CR) adalah
respons yang dipelajari, yakni respons terhadap stimulus yang terkondisikan yang
muncul setelah terjadi pasangan US-CS.
Generalisasi,
Diskriminasi, dan Pelenyapan,
Generalisasi dalam pengkondisian klasik adalah tendensi dari stimulus baru yang
sama dengan conditioned stimulus yang asli untuk menghasilkan respons yang
sama, Misalkan murid dimarahi karna ujian biologinya yang buruk. Saat murid itu
bersiap untuk ujian kimia, dia juga menjadi gugup karna dua mata pelajaran itu
saling berkaitan, Jadi , murid itu menggeneralisasikan satu ujian mata
pelajaran lainnya.
Diskriminasi,
dalam pengkondisian klasik terjadi
ketika organisme merespons stimuli tertentu tetapi tidak merespons stimuli
lainnya. Untuk menghasilkan diskriminasi, Pavlov memberi makan anjing setelah
bel berbunyi dan tidak memberi makan setelah membunyikan suara lainnya. Akibatnya,
anjing itu hanya merespons suara bel. Dalam kasus murid yang mengikuti ujian di
kelas, dia begitu gugup saat menempuh ujian pelajaran bahasa Inggris atau
sejarah karena dua mata pelajaran itu jauh berbeda dengan mata pelajaran kimia
dan biologi.
Pelenyapan
(Extiction), dalam
pengkondisian klasik adalah pelemahan conditioned response (CR) karena tidak
adanya Unconditioned stimulus (US). Dalam satu sesi. Pavlov membunyikan bel
berulang kali tetapi tidak memberikan makanan kepada anjing.Akhirnyaq anjing
itu tidak lagi berliur.Demikian pula, murid yang gugup mengikuti ujian akan
mulai menempuh tes dengan lebih baik, dan kecemasannya mereda.
Desentisitasi
sistematis, metode
yang didasarkan pada pengkondisian klasik ynag dimaksudkan untuk mengurangi
kecemasan dengan cara membuat individu mengasosiasikan relaksasi dengan
visualisasi situasi yang menimbulkan kecemasan.
Pengkondisian Operan, juga dinamakan “Pengkondisian
Instrumental” adalah sebentuk pembelajaran di mana konsekuensi-konsekuensi dari
perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi.
Hukum efek Thorndike,adalah prinsip bahwa perilaku yang
diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan bahwa perilaku yang diikuti
hasil negative akan diperlemah. Pengkondisian
Operan Skinner,dimana konsekuensi perilaku akan menyebabkan perubahan dalam
probabilitas perilaku itu akan terjadi. Penguat
dan hukuman . Penguat (imbalan)(reinforcement)adalah
konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya,
hukuman (punishment)adalah konsekuensi ynag menurunkan probabilitas
terjadinya suatu perilaku.
Penguat positif ,adalah penguat berdasarkan prinsip
bahwa frekuensi respons meningkat karna diikuti dengan stimulus yang mendukung
(rewarding). Sedangkan penguat negatif,
adalah penguat berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respons menigkat karna
diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan).
|
Penguatan positif
|
||
|
Perilaku
Muridmengajukan pertanyaan yang bagus
|
Konsekuensi
Guru memuji murid
|
Prilaku kedepan
Murid mengajukan lebih banyak pertanyaan
|
|
Penguatan negatif
|
||
|
Perilaku
Murid menyerahkan PR tepat waktu
|
Konsekuensi
Guru berhenti menegur murid
|
Prilaku kedepan
Murid makin sering menyerahkan PR tepat waktu
|
|
Hukuman
|
||
|
Perilaku
Murid menyela guru
|
Konsekuensi
Guru menegur murid langsung
|
Prilaku kedepan
Murid berhenti menyela guru
|
|
Ingat bahwa penguatan bisa berbentuk postif dan negatif. Dalam
kedua bentuk itu, konsekuensi meningkatkan prilaku. Dalam hukuman,
perilakunya berkurang.
|
||
1.Fixed Ratio (Jadwal rasio tetap)
merupakan
penguatan positif yang diberikan untuk memperkuat prilaku setelah
sejumlah respon.
Sebagai contoh,hal
ini sering digunakan dalam dunia bisnis , dimana dalam perusahaan, setiap
karyawan akan diberikan penguatan positif berupa bonus apabila karyawan
tersebut melakukan empat kali kinerja yang sangat baik, tetapi bukan sesudah
setiap kali melakukan kinerja baik. Contoh lain dalam video game misalnya
mencapai tingkat baru dalam RPG. Beberapa RPG dengan jelas menunjukkan berapa
banyak pengalaman yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat berikutnya. Sebuah
tingkat kepastian yang tinggi untuk tingkat pekerjaan yang akan diperlukan
untuk mencapai tingkat berikutnya menempatkan pemain pada jadwal rasio tetap.
2.Variable Ratio (Jadwal rasio
bervariasi)
merupakan
penguatan positif yang diberikan setelah respon muncul beberapa
kali, tetapi dalam basis yang tidak tetap dan tidak dapat diprediksi.
Misalnya, seorang
guru memuji respon murid-muridnya, pujian guru rata-rata diberikan setelah
respon ke lima, tetapi selanjutnya bisa berubah yaitu pada respon ke dua, pada
respon ke delapan, pada repon ke tujuh, pada respon yang ke tiga, dan pada
respon yang lainnya yang tidak dapat ditentukan. Contoh lain dalam bidang
penjualan bonus seperti Call Center yang sering menawarkan bonus acak untuk
karyawan. Pekerja tidak pernah tau berapa banyak panggilan mereka butuhkan
untuk membuat dalam rangka untuk menerima bonus, tetapi mereka tau bahwa mereka
meningkatkan kesempatan mereka lebih panggilan atau penjualan yang mereka buat.
3.Fixed Interval (Jadwal interval
tetap)
dimana
objek menyadari waktu kapan ia akan menerima penguat positif sehingga selama
jangka waktu dia tidak menerima penguat positif, respon objek akan
berkurang kemudian akan meningkat lagi ketika
mendekati waktu mendapat penguat positif. Jadwal ini menyebabkan jumlah tinggi
menanggapi dekat akhir interval, tetapi jauh lebih lambat merespon segera
setelah pengiriman penguat tersebut.
Sebagai
contoh, seorang pelajar yang mendapatkan bingkisan hadiah dan piagam
penghargaan dari wali kelasnya karena memperoleh ranking satu di semester
pertama akan bersemangat belajar saat awal memulai pelajaran baru dalam
semester kedua, tetapi semangat tersebut akan berangsur-angsur turun selama
pertengahan semester dan akan kembali meningkat saat mendekati ujian
semester kedua (dikarenakan dia tahu bahwa dia akan mendapat penguat positif
berupa hadiah dan piagam kembali jika memperoleh nilai bagus). Contoh lain
yaitu dalam pengaturan Lab : Bayangkan bahwa anda sedang melatih tikus untuk
menekan tuas, tapi anda hanya memperkuat respon pertama setelah interval 10
menit. Si tikus tidak menekan bar banyak selama 5 menit pertama setelah
penguatan, tapi mulai menekan tuas lebih banyak dan lebih sering anda semakin
dekat dengan tanda 10 menit. Hal ini akan berbeda jika jadwal pemberian tugas
itu bersifat tetap, misalnya hanya pada setiap hari Jumat, maka para murid
tersebut hanya akan bersiap ketika mendekati hari jumat dan pada hari lainnya
mereka tidak akan bekerja keras sehingga akan timbul pola bersiap-berhenti
4.Variable Interval (Jadwal interval
bervariasi)
dimana
suatu respon diperkuat setelah sejumlah variasi waktu berlalu. Jadwal penguatan
dimana respo yang dihargai setelah jumlah tak terduga dari waktu telah berlalu.
Jadwal ini menghasilkan lambat, tingkat stabil respon.
Sebagai
contoh, seorang guru memuji keaktifan para muridnya pada menit ke tiga,
kemudian memuji setelah menit ke lima, setelah delapan menit berlalu, setelah
lima belas menit berlalu, dan seterusnya. Guru tersebut juga akan memberi tugas
pada interval yang berbeda-beda. Pada dasarnya, jadwal interval bervariasi akan
menjadi penguat yang lebih baik dibandingkan jadwal interval tetap.
Sebagai contoh, jika seorang guru memberikan tugas dalam waktu yang tidak dapat
ditentukan, murid-murid akan lebih bersiap dan lebih bekerja keras setiap
waktu. Contoh lain ketika memerikasa email anda: biasanya, anda memertiksa
email anda pada waktu yang acak sepanjang hari bukannya memeriksa setiap kali
satu pesan yang disampaikan.



0 komentar:
Posting Komentar